SISITEM POLITIK
June 9th, 2008 by dpdri2009masyarakat dalam rangka mengatur sesuatu yang menyangkut batas-batas
kepentingan,hak dan kewajiban masing-masing atau bersama-sama,dalam
rangka memproses dan mencapai upaya penyejahteraan hidup yang mereka
rundingkan dan sepakati. dengan demikian politik bisa berarti tata
negara,tata kerajaan,tata masyarakat juga tata adat. jadi tergantung
spektrum sosiologis masyarakat yag dimaksud.
var curDiv = document.getElementById(’ln0′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
var curDiv = document.getElementById(’ln1′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
harus berpihak kepada kepentingan masyarakat, ideal nya sistem politik
harus selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan
pasar bebas,kapitalisme global dsb. meskipun harus memakai
sistem-sistem tertentu, politik harus berdasarkan kebudayaan,norma dan
etika, tanpa bisa di intervensi untuk memudahkan sistem-sistem atau
kepentingan-kepentingan tertentu.
var curDiv = document.getElementById(’ln2′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
var curDiv = document.getElementById(’ln3′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
karena itu politik adalah kebersamaan,kebersamaan sosial,saling
memperhatikan kesejahteraan satu sama lain, saling memperjuangkan
kepentingan satu dan yang lain dan membutuhkan naluri kewarganegaraan,
bagaimana manusia tetap dimanusiakan, serta harus kembali memanusiakan
diri.
var curDiv = document.getElementById(’ln4′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
var curDiv = document.getElementById(’ln5′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
kolektif masyarakat adalah tujan utama dari politik, demi tercapainya
kesejahteraan, keadilan dalam masyarakat, dan harus selalu mengakar
kepada kebudayaan masyarakat yang dimaksud.
Al-I’tiraf (Sebuah Pengakuan )
June 6th, 2008 by dpdri2009Ya Allah, saya bukanlah hambaMu yang pantas memasuki surga firdausMu
Tidak juga saya mampu akan siksa api nerakaMu
Berilah hambaMu ini ampunan dan hapuskanlah dosa-dosaku
Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun Yang Maha Agung
Dosa-dosaku bak butiran pasir dipantai
Anugrahilah ampunanMu wahai Yang Maha Agung
Umurku berkurang setiap hari
sedang dosa-dosaku terus bertambah
Ya Allah, hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu
mengakui dosa-dosanya dan memohon padaMu
Ampunilah, karena hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan
Bila Kau campakkan aku, kepada siapa dan kemana aku mesti berharap selain dariMu?
Tiga Tahanan
May 15th, 2008 by dpdri2009Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai
ditahan disitu . Tahanan pertama bercerita " Saya dipenjara , karena
saya anti dengan Che Guevara " . Seperti diketahui Che Guevara memimpin
perjuangan kaum sosialis di Kuba .
var curDiv = document.getElementById(’ln0′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
var curDiv = document.getElementById(’ln1′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
kedua berkata geram ," Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che
Guevara !" .Lalu mereka berdua terlibat perang mulut . Tapi mendadak
mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya . " Kalau kamu kenapa
sampai dipenjara disini " tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga .
var curDiv = document.getElementById(’ln2′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
var curDiv = document.getElementById(’ln3′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}
MEMBUANG PRESIDEN
May 15th, 2008 by dpdri2009ini cerita tentang seorang Presiden Diktator yang punya tiga orang anak
. Merasa ayah mereka orang nomor satu di negerinya , maka anak-anak
sang Presidenpun lantas bertindak neko-neko . Anak kedua Presiden ingin
mencari popularitas dengan menyebarkan jutaan uang kertas cari sebuah
pesawat terbang . Kakaknya juga tidak mau kalah pamor . Dengan pesawat
yang digunakan adiknya sebelumnya , sang kakak menyebarkan jumlah uang
jauh lebih banyak dari adiknya . Anak perempuan presiden juga ingin
populer , tapi tidak mau meniru cara yang dilakukan oleh kedua kakaknya
. Karena bingung , ia pun bertanya kepada pilot pesawat yang ikut
menyebarkan uang bersama kedua kakanya itu . " Mas Kapten , aku ingin
populer seperti dua kakakku sebelumnya , tapi tindakan populer apa yang
bisa membahagiakan rakyat ? " . " Gampang sekali , buang saja ayah nona
dari atas pesawat ".
May 15th, 2008 by dpdri2009
Gelombang pemiskinan terjadi lagi di Tanah Air yang dipicu kenaikan
harga bahan bakar minyak (BBM), yang sebelumnya telah didahului
melambung dan langkanya minyak goreng, terigu, minyak tanah serta gas,
sehingga banyak usaha kecil dan menengah yang ambruk. Ribuan pedagang,
mulai dari penjual gorengan, bakso, mi dorong hingga warung tegal pun
rontok secara bergiliran. Sebelumnya, perusahaan roti dan tempe banyak
yang gulung tikar karena melambungnya bahan baku.
Semua kenaikan itu menyebabkan ambruknya usaha rakyat yang berakibat
terjadinya kemiskinan massal. Hal ini terjadi akibat kebijakan ekonomi
politik pemerintah yang tidak memihak pada kepentingan rakyat dan
kepentingan bangsa, melainkan hanya berpihak pada kepentingan pengusaha
besar. Mereka disubsidi habis-habisan, mendapatkan akses bank yang
sangat besar. Sementara, usaha rakyat satu persatu dipreteli lewat
berbagai keputusan politik yang kolutif.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia dikaruniai kekayaaan
yang sangat melimpah, mulai dengan tanah yang subur yang bisa ditanami
berbagai bahan kebutuhan. Laut dengan kekayaan yang tak terbatas, serta
tanah yang mengandung beraneka tambang mulai dari minyak, gas, emas,
batubara dan sebagainya. Apabila kekayaan tersebut diambil dan dikelola
dengan semestinya, tentu akan menjadikan bangsa ini kaya raya. Hanya
saja karena kesalahan para pemimpin, maka kita menjadi miskin di tengah
alam yang kaya raya.
Sejak orde baru berdiri, negeri ini telah kehilangan kedaulatannya,
seluruh sektor kehidupan mulai dari politik, ekonomi, pendidikan
kebudayaan semuanya diatur oleh pihak asing yang memberikan hutang pada
Indonesia. Akibat yang paling fatal adalah penguasaan pada sumber alam.
Pada awalnya monopoli asing terhadap sumber alam itu masih belum
seberapa, tetapi hari demi hari semakin terpusat. Lebih celaka lagi
bangsa ini dijebak dengan berbagai hutang yang takterbayarkan baik
karena dimanipulasi negara pemberi utang maupun dikorupsi peminjamnya.
Dulu ketika Indonesia masih sebagai negara pengekspor minyak, bangsa
ini menjadi makmur ketika terjadi kenaikan harga minyak dan gas. Tetapi
ketika seluruh sumber alam telah dikuasai asing, maka seluruh hasil
tambang tidak lagi membawa kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Seperti
kenaikan harga minyak dunia saat ini, semestinya Indonesia menjadi
negara petro dollar. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, Indonesia
malah mengalami kerugian besar, karena terjadi pembuletan logika,
negeri ini sebagai eksportir tetapi juga sekaligus sebagai importir.
Ketika kekayaan alam terutama minyak dan gas yang melimpah itu semuanya
telah menjadi milik orang lain, karena kelengahan para pemimpin politik
yang mengambil keputusan. Akhirnya negara tidak berkutik menghadapi
para pengusaha asing pemilik sumber alam kita. Mereka mengeskploitasi
sumber alam kita untuk keperluan negara mereka, bangsa Indonesia hanya
diberi sisanya, sementara keseluruhan biaya investasi ditanggung bangsa
ini.
Para elit politik kita yang sudah tidak berdaya itu dengan mudah
didikte, sehingga perusahaan-perusahaan milik negara yang lain, juga
satu-persatu mulai diserahkan pada perusahaan asing, seperti Indosat
dan beberapa pabrik semen. Sementara itu, banyak pula
perusahaan-perusahaan yang juga akan segera dijual seperti Garuda
Indonesia, pertambangan-pertambangan, PLN dan Krakatau Steel, yang
merupakan industri dasar yang selama ini menjadi penopang industri
nasional.
Karenanya, bangsa Indonesia mesti menghentikan proses swastanisasi
(perampokan) perusahaan negara, sebab kalau ini diteruskan bangsa ini
akan semakin miskin dan tak berdaya. Secara lebih tegas bangsa ini
harus berani melakukan upaya nasionalisasi terhadap berbagai perusahaan
milik negara yang saat ini dikuasai asing.
Memang dibutuhkan pemerintahan yang kuat dan berani dan rakyat harus
dimilitansi, karena nasionalisasi akan mendapat tantangan yang berat,
bukan hanya dari perusahaan kapitalis dan imperialis asing, tetapi juga
dari bangsa sendiri yang telah kehilangan kepedulian pada rakyat dan
telah kehilangan komitmen terhadap negara dan bangsa.
Langkah ini pernah dilakukan bangsa Indonesia sesaat setelah
kemerdekaan, sehingga bangsa kita waktu itu tidak hanya
memproklamasikan kemerdekaan secara politik, tetapi juga diikuti
kemerdekaan secara ekonomi dengan secara bertahap menasionalisasi
seluruh perusahaan kolonial yang menghisap kekayaan bangsa ini.
Hanya cara ini yang bisa menyelamatkan negeri ini. Sudah banyak contoh
baik di Asia maupun di Amerika Latin, setelah mereka mampu
menasionalisasi sistem politik dan sistem ekonominya, negara menjadi
segera bangkit dan rakyat menjadi sejahtera sehingga menjadi bangsa
yang bermnartabat.
Usaha nasionalisiasi ini memang butuh perjuangan, sebagaimana usaha
untuk kemerdekaan, tetapi sesulit apapun langkah ini harus
diperjuangkan walaupun pemerintah berjanji pada para perusahaan
kolonial tidak akan melakukan hal ini. Tetapi rakyat dan bangsa harus
tetap melakukannya demi kemakmuran rakyat dan kejayaan bangsa
MENEBAK USIA MUMMI DI GIZA MESIR
April 29th, 2008 by dpdri2009
|
||
JIN DAN TIGA MANUSIA
April 29th, 2008 by dpdri2009pernah ada sebuah kapal berisi penumpang berbagai bangsa karam. Ada tiga orang yang selamat, masing-masing dari Perancis, Amerika dan Indonesia. Mereka terapung-apung di tengah laut dengan hanya mengandalkan sekeping papan.
Tiba-tiba muncul jin yang baik hati. Dia bersimpati pada nasib ketiga bangsa manusia itu, dan menwarkan jasa. "Kalian boleh minta apa saja, akan kupenuhi," kata sang jin. Yang pertama ditanya adalah si orang Perancis.
"Saya ini petugas lembaga sosial di Paris," katanya.
"Banyak orang yang memerlukan tenaga saya. Jado tolonglah saya dikembalikan ke negeri saya." Dalam sekejap, orang itu lenyap, kembali ke negerinya.
"Kamu, orang Amerika, apa permintaanmu?"
"Saya ini pejabat pemerintah. Banyak tugas saya yang terlantar karena kecelakaan ini. Tolonglah saya dikembalikan ke Washington."
"Oke," kata jin, sambil menjentikkan jarinya. Dan orang Amerika lenyap seketika, kembali ke negerinya.
"Nah sekarang tinggal kamu orang Indonesia. Sebut saja apa maumu."
" Duh, Pak Jin, sepi banget disini," keluh si orang Indonesia. "Tolonglah kedua teman saya tadi dikembalikan ke sini."
Zutt, orang Perancis dan Pria Amerika itu muncul lagi.
HILANG NYA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
April 26th, 2008 by dpdri2009Perjalanan pertama di mulai pada hari rabu tgl 16-04-2008 pukul 05.30. untk mendapatkan dukungan sebagai syarat sebagai calon dari 50 kab / kota se prop. bersama seorang sahabat lama, saya sendiri sbg staf yg beliau percayakan untk me manage proses pencalonan beliau, dan slh seorang keluarga beiau yg slm ini sbg driver sehari-hari beliau. dengan mengantongi beberapa alamat dan no ponsel sahabat,keluarga,komunitas,relasi,dan beberapa orng mantan murid beliau ketika menjadi tenaga pendidik, kami memulai perjalanan dalam proses pencalonan.
Hilang nya kepercayaan masyarakat terhadap produk pemilu tahun 2004 selalu ditemui dalam setiap kesempatan silaturahmi di berbagai tempat. kekecewaan masyarakat terhadap hasil produk pemilu tahun 2004 selalu menjadi bahan pembicaraan,masukan,dan harapan masyarakat terhadap beliau. Doa kami selalu bersama saudara dan anda,kami percaya terhadap anda, dukungan akan selalu kami berikan untuk saudara. kami yakin dan percaya kepada anda, saudara. walau kami sudah kecewa dengan para wakil kita slama ini, demikian sekilas ungkapan, keluhan,harapan konstituen yg ditemui.Ironis sekali ketika kita menemukan hal seperti ini, sangat kita sayang kan.
Dalam jangka waktu hampir 24 jam kami telah berhasil mendapatkan dukungan dari konstituen tidak kurang dari 3000 jiwa dan mewakili 6 kabupaten dari seluruh kab/kota se prop jambi. sebagai syarat untk pencalonan dirasakan sdh melebihi batas minimal. sesuatu yang sangat tidak disangka,dan saya sendiri sangat tidak percaya dalam perjalanan perdana beliau, beliau sdh mampu mendapatkan dukungan melebihan batas minimal dan mewakili lebih dari 50 % kab/kota se prop jambi dalam tempo waktu tidak lebih dari 24 jam, kamis esok hari nya jam 04.30 wib kami sdh sampai di rumah dengan hasil kerja yang sangat memuaskan untuk tahap awal.walau dlm perjalanan cukup banyak keluhan -keluhan masyarakat yang harus dijadikan sebagai bahan masukan, pembelajaran, dan tanggung jawab moral di waktu dan masa yang akan datang.
Sebuah harapan yamg tidak boleh dikesampingkan dari sanubari masyarakat tanpa ada unsur dan kepentingan apa-apa, perwujudan dari kondisi real kehidupan yang mereka rasakan se hari-hari.